Empat Sajak
Ogo 19th, 2011 | Dipos oleh Kamal Sujak | Kategori: PuisiSajak-sajak Kamal Sujak, Penangguhan, Lelaki dan Hari Esok, Dingin dan Di Kuburan Waktu.
Sajak-sajak Kamal Sujak, Penangguhan, Lelaki dan Hari Esok, Dingin dan Di Kuburan Waktu.
‘Kita berjalan di antara roh-roh katedral lama di kota ini. Hantu-hantu itu bertempiaran, bersembunyi ketakutan kerana hangat tubuh kita melecurkan sumpah setia mereka kepada Tuhan.’
Empat sajak Wan Nor Azriq, Sebuah Bas Melanggar Saya dari Belakang, Surat dari Ogonshoto, Jam Antik Kamar Mandi dan Cerita Seekor Ikan Duyung
Tiga sajak Roslan Jomel,Danial Membawa Gambar Jandanya ke KL, Hujan Ini Mengingatkan Betapa Payahnya Untuk Terus Berbohong dan Menunggu Hujan Panas di Bukit Mertajam
Empat buah sajak: Syahwat, Temasya, Di Depanmu dan Monalisa Semalam Menyengkang, ditulis oleh Murad Ata.
Siri pertama terjemahan sajak-sajak Charles Bukowski oleh Amaluddin Zhafir. Dua buah sajak yang diterjemah dalam siri ini bertajuk As The Sparrow dan Friends within The Darkness.
Sajak-sajak Wahyudi Yunus. Rekwim Untuk Negeri, Tamadun, Merontokkan Waktu, Malam, Menempuh Amsal dan Penumpang Malam.
Marsli N.O
Tiga buah sajak, Pinjamkan Kami Telinga, Apakah Kau Sudah Mendengar dan Di Negeri Pemilu, oleh Marsli N.O.
Mohd Jimadie Shah Othman
Tiba buah sajak bertajuk: Geluk, Tetes dan Pontianak, Isteri dengan Wajah Semurni Tanah.
Hafiz Hamzah
Tamsil Tubuh Terbelah ini sajaknya kasar, ditujukan kepada cerita-cerita kehidupan sekitar dan juga yang jauh di-sana.