Empat Sajak
Ogo 19th, 2011 | Dipos oleh Kamal Sujak | Kategori: PuisiSajak-sajak Kamal Sujak, Penangguhan, Lelaki dan Hari Esok, Dingin dan Di Kuburan Waktu.
Sajak-sajak Kamal Sujak, Penangguhan, Lelaki dan Hari Esok, Dingin dan Di Kuburan Waktu.
‘Kita berjalan di antara roh-roh katedral lama di kota ini. Hantu-hantu itu bertempiaran, bersembunyi ketakutan kerana hangat tubuh kita melecurkan sumpah setia mereka kepada Tuhan.’
Tarikh 28 haribulan April 1949 Chairil meninggalkan dunia ini tapi tidak dunia kepenyairan. Dia seperti masih hidup kerana para penyair dan pembaca dekat terus-menerus membaca ulang 72 buah keseluruhan sajaknya itu.
Tigak Sajak: Dinda, Gagau dan Kata Mimpi.
Empat sajak Wan Nor Azriq, Sebuah Bas Melanggar Saya dari Belakang, Surat dari Ogonshoto, Jam Antik Kamar Mandi dan Cerita Seekor Ikan Duyung
Sepuluh rangkap pantun yang dicipta oleh Novriantoni Kahar
Amaluddin Zhafir menterjemah dua sajak Charles Bukowski yang bertajuk Bluebird dan As The Poems Go.
Siri pertama terjemahan sajak-sajak Charles Bukowski oleh Amaluddin Zhafir. Dua buah sajak yang diterjemah dalam siri ini bertajuk As The Sparrow dan Friends within The Darkness.
Yang Mimi Morticia
Kalau/ku bisa berhenti bercakap tentang/kalau,/maka engkau tak akan/pernah tahu/kalau aku punya kepak/malam itu…
Gambar: Sufian Abas
Shaira Amira
bapak-bapak sedang gocoh/dalam gelanggang/tentang keramaian,/bawah pohon/tentang keramaian/hadapan persemayaman Raja