Keras Betol
Ogo 6th, 2010 | Dipos oleh Hasmi bin Hashim | Kategori: KolumRefleksi Hasmi Hashim tentang politik, hemah, utopia dan intelektualisme.
Refleksi Hasmi Hashim tentang politik, hemah, utopia dan intelektualisme.
‘Dia mengunci lambakan kenangan itu, lalu kuncinya dilemparkannya sejauh-jauh yang mungkin. Maka, hadirnya Rauf dan aku di terataknya malam itu, kami seolah-olah telah menjadi kuncinya yang telah dibuang dulu dan dipungut kembali.’