Entri oleh pengarang ini

Lompatan

Feb 8th, 2012 | Dipos oleh | Kategori: Esei

Kaum revolusioner sering menganggap waktu sebagai musuh. Juga di negeri yang ribuan tahun umurnya: Cina.



Havel

Dis 19th, 2011 | Dipos oleh | Kategori: Esei

Dalam surat itu Havel mengingatkan, bahwa pada akhirnya rakyat yang tertekan akan menuntut harga bagi “tindakan yang secara permanen merendahkan martabat manusia”.



Daging

Sep 3rd, 2010 | Dipos oleh | Kategori: Esei

Barangkali berpuasa telah berubah: menahan haus dan lapar tidak lagi ditandai tekad melawan godaan, tapi sikap ketakutan akan godaan.



Potret Penyair Muda sebagai Si Malin Kundang

Jul 12th, 2010 | Dipos oleh | Kategori: Esei

Esei terkenal Goenawan Mohamad yang membicarakan pandangan dunianya sebagai seorang penyair.



Diri

Apr 21st, 2010 | Dipos oleh | Kategori: Esei

Goenawan Mohamad
Berada di Singapura (atau Malaysia) saya sering sekali menemui percakapan macam itu: orang akan secara tersirat atau tersurat menyebut seseorang dan mengaitkannya dengan ”bangsa Cina” atau ”bangsa Melayu” atau ”bangsa” apa saja dengan suatu sifat yang mereka anggap khas pada ”bangsa” itu.