Lompatan
Feb 8th, 2012 | Dipos oleh Goenawan Mohamad | Kategori: EseiKaum revolusioner sering menganggap waktu sebagai musuh. Juga di negeri yang ribuan tahun umurnya: Cina.
Kaum revolusioner sering menganggap waktu sebagai musuh. Juga di negeri yang ribuan tahun umurnya: Cina.
Dalam surat itu Havel mengingatkan, bahwa pada akhirnya rakyat yang tertekan akan menuntut harga bagi “tindakan yang secara permanen merendahkan martabat manusia”.
Barangkali berpuasa telah berubah: menahan haus dan lapar tidak lagi ditandai tekad melawan godaan, tapi sikap ketakutan akan godaan.
Esei terkenal Goenawan Mohamad yang membicarakan pandangan dunianya sebagai seorang penyair.
Goenawan Mohamad
Berada di Singapura (atau Malaysia) saya sering sekali menemui percakapan macam itu: orang akan secara tersirat atau tersurat menyebut seseorang dan mengaitkannya dengan ”bangsa Cina” atau ”bangsa Melayu” atau ”bangsa” apa saja dengan suatu sifat yang mereka anggap khas pada ”bangsa” itu.