Tiga Sajak Shaira Amira
oleh Shaira Amira
9 Oktober, 2009 | kategori Puisi | komen [2] | CetakSendiri,Zwart
Aku menyimpan wajahmu
dalam satu ruangan
kecil persegi
pikiranku
sendiri-sendiri
Alis ‘ku tutup rapat;
bibir ‘ku getap kuat
Dan sunyi malam
terderai lagi
dengan gempita
erangan aku,
sendiri.
Pujuk Rayu 60
bapak-bapak sedang gocoh
dalam gelanggang
tentang keramaian,
bawah pohon
tentang keramaian
hadapan persemayaman Raja
manakala,
anak-anak sedang rusuh
tentang kekacauan hidup
dan kepunahan peluang
tapi,
bapak-bapak hanya tinggal
bilang:
Anak-anakku, jangan khawatir,
kita sudah ada rancangan 60 billion.
Kiamat
Ini adalah petanda:
Aku adalah cinta
yang kau mimpi
untuk cintai
yang terpancur sendiri
lalu berdetaklah jantungku
dalam rahim nafsi
aku
yang lahir dalam selangan
eranganmu yang sakit
yang kau gendong
dan tatangi
aku
adalah cinta
yang kau cintai-
Hanya untuk menderhakai.
Shaira Amira, seorang penyajak dengan kumpulan sajak yang bertajuk Akulah Perempuan Itu.
Kiriman Berkaitan
- Tiga Sajak Murad Ata Murad Ata
- Sajak-sajak Wahyudi Yunus Wahyudi Yunus
- Selamat Jalan Zidane admin
- Rendra, Abadi Hasmi bin Hashim
- Ceritera Bayangan Mimpi Hafiz Hamzah
- Sajak-Sajak Yang Mimi Morticia Yang Mimi Morticia
hah tudia,,,,,
oh bagus sekali