

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Komen bagi: Tularan Mahathirisme</title>
	<atom:link href="http://jalantelawi.com/2009/04/tularan-mahathirisme/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jalantelawi.com/2009/04/tularan-mahathirisme/</link>
	<description>Mata Air Pencerahan</description>
	<lastBuildDate>Sat, 11 Feb 2012 03:23:00 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
<meta xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex,follow" />
	<item>
		<title>Oleh: ujai</title>
		<link>http://jalantelawi.com/2009/04/tularan-mahathirisme/comment-page-1/#comment-84</link>
		<dc:creator>ujai</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 May 2009 10:12:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jalantelawi.com/?p=617#comment-84</guid>
		<description>bagi aku
perdana menteri ibarat queen yg pd asalnya brtujuan menjaga king dan mngawal pon..
sultan ibarat king yg dijaga oleh queen &amp; pon..
rakyat pula umpama pon yg selalu diarahkan oleh queen
dan kerajaan(negara) sebagai permainan catur

so kesimulannya dunia ini bukan milik kite tetapi milik Allah
: )</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bagi aku<br />
perdana menteri ibarat queen yg pd asalnya brtujuan menjaga king dan mngawal pon..<br />
sultan ibarat king yg dijaga oleh queen &amp; pon..<br />
rakyat pula umpama pon yg selalu diarahkan oleh queen<br />
dan kerajaan(negara) sebagai permainan catur</p>
<p>so kesimulannya dunia ini bukan milik kite tetapi milik Allah<br />
: )</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: FIRDAUS</title>
		<link>http://jalantelawi.com/2009/04/tularan-mahathirisme/comment-page-1/#comment-64</link>
		<dc:creator>FIRDAUS</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 May 2009 23:45:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jalantelawi.com/?p=617#comment-64</guid>
		<description>MAHATHIRISME....................SUATU IDEOLOGI KEKUATAN BANGSA MELAYU DAN AGAMA ISLAM..............HANYA DENGAN IDEOLOGI INI SAHAJALAH KU DOAKAN MOGA ANAK MUDA SEUSIAKU BANGUN DAN SEDAR DARI TIDUR BAHAWA KEUTUHAN MELAYU DI TANAH SENDIRI SEKARANG SEMAKIN TERHAKIS.....JANGAN SAMPAI MELAYU MALAYSIA MENJADI SEPERTI MELAYU SINGAPURA DALAM MASA TIDAK SAMPAI 10 TAHUN DR SEKARANG.....INSAFLAH WAHAI BANGSAKU................ANAK MUDA BERIDEOLOGI MAHATHIRISME !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! ALLAHUAKBAR X100000000000000000000000000000000 !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! .</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>MAHATHIRISME&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..SUATU IDEOLOGI KEKUATAN BANGSA MELAYU DAN AGAMA ISLAM&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..HANYA DENGAN IDEOLOGI INI SAHAJALAH KU DOAKAN MOGA ANAK MUDA SEUSIAKU BANGUN DAN SEDAR DARI TIDUR BAHAWA KEUTUHAN MELAYU DI TANAH SENDIRI SEKARANG SEMAKIN TERHAKIS&#8230;..JANGAN SAMPAI MELAYU MALAYSIA MENJADI SEPERTI MELAYU SINGAPURA DALAM MASA TIDAK SAMPAI 10 TAHUN DR SEKARANG&#8230;..INSAFLAH WAHAI BANGSAKU&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.ANAK MUDA BERIDEOLOGI MAHATHIRISME !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! ALLAHUAKBAR X100000000000000000000000000000000 !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! .</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Hasmi bin Hashim</title>
		<link>http://jalantelawi.com/2009/04/tularan-mahathirisme/comment-page-1/#comment-60</link>
		<dc:creator>Hasmi bin Hashim</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 May 2009 07:33:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jalantelawi.com/?p=617#comment-60</guid>
		<description>Merebut anak muda... Inshaalah dalam kesempatan akan datang! :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Merebut anak muda&#8230; Inshaalah dalam kesempatan akan datang! <img src='http://jalantelawi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: aria</title>
		<link>http://jalantelawi.com/2009/04/tularan-mahathirisme/comment-page-1/#comment-59</link>
		<dc:creator>aria</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 May 2009 07:00:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jalantelawi.com/?p=617#comment-59</guid>
		<description>Dalam bentuk &#039;kongkongan&#039; yg sedang atau yg akan berlaku pada ruang-ruang lain dalam kultus masyarakat, barangkali masih ada advantage bagi pihak &#039;pencerahan&#039; untuk memecah dominasi itu. Anak muda. Golongan ini sedang menjadi rebutan dari semua Political Power. Golongan ini (jika bijak) bisa bargain dengan political power selama mana ia dapat meneruskan kelansungan idealisme nya (fikrah org muda yg baik).  Geng &#039;pencerahan&#039; harus bijak menawarkan &#039;barang&#039; buat golongan yg sedang (hot) ini. Barangkali, bagaimana serangan mereka bisa jd tembok serangan bagi kita, atau bagaimana ancaman mereka bisa jadi pujukkan bagi kita buat generasi harapan ini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam bentuk &#8216;kongkongan&#8217; yg sedang atau yg akan berlaku pada ruang-ruang lain dalam kultus masyarakat, barangkali masih ada advantage bagi pihak &#8216;pencerahan&#8217; untuk memecah dominasi itu. Anak muda. Golongan ini sedang menjadi rebutan dari semua Political Power. Golongan ini (jika bijak) bisa bargain dengan political power selama mana ia dapat meneruskan kelansungan idealisme nya (fikrah org muda yg baik).  Geng &#8216;pencerahan&#8217; harus bijak menawarkan &#8216;barang&#8217; buat golongan yg sedang (hot) ini. Barangkali, bagaimana serangan mereka bisa jd tembok serangan bagi kita, atau bagaimana ancaman mereka bisa jadi pujukkan bagi kita buat generasi harapan ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Hasmi bin Hashim</title>
		<link>http://jalantelawi.com/2009/04/tularan-mahathirisme/comment-page-1/#comment-57</link>
		<dc:creator>Hasmi bin Hashim</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 May 2009 15:22:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jalantelawi.com/?p=617#comment-57</guid>
		<description>Tari -- Pergantungan terhadap pemerintah (baca: politik kekuasaan) justeru memang berpenghujung dengan kekecewaan. Lebih baik, pada hemat saya, rakyat punyai kekuatan mandiri dan berdikari. Rakyat sesungguhnya lemah dengan pemerintah karena diikat dan terus dipaksa bergantung kepada politik-kekuasaan sehingga lumpuh daya kreativiti dan upaya hidup. Politik baru bermakna politik yang membebaskan bukan sebaliknya.

Jim -- Sukar untuk menafikan soal pembangunan di zaman Mahathir. Saya coba berlaku waras dan adil terhadap bekas PM ke-4 itu, cuma menghakis dan mengorbankan kebebasan adalah harga yang terlalu mahal dikorbankan rakyat demi pembangunan ala Dr. Mahathir.

Biggie Demokrat -- Kau tertinggal RM10 masa minum dengan aku dulu! :)

HH,
Telawi.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tari &#8212; Pergantungan terhadap pemerintah (baca: politik kekuasaan) justeru memang berpenghujung dengan kekecewaan. Lebih baik, pada hemat saya, rakyat punyai kekuatan mandiri dan berdikari. Rakyat sesungguhnya lemah dengan pemerintah karena diikat dan terus dipaksa bergantung kepada politik-kekuasaan sehingga lumpuh daya kreativiti dan upaya hidup. Politik baru bermakna politik yang membebaskan bukan sebaliknya.</p>
<p>Jim &#8212; Sukar untuk menafikan soal pembangunan di zaman Mahathir. Saya coba berlaku waras dan adil terhadap bekas PM ke-4 itu, cuma menghakis dan mengorbankan kebebasan adalah harga yang terlalu mahal dikorbankan rakyat demi pembangunan ala Dr. Mahathir.</p>
<p>Biggie Demokrat &#8212; Kau tertinggal RM10 masa minum dengan aku dulu! <img src='http://jalantelawi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>HH,<br />
Telawi.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Hasmi bin Hashim</title>
		<link>http://jalantelawi.com/2009/04/tularan-mahathirisme/comment-page-1/#comment-56</link>
		<dc:creator>Hasmi bin Hashim</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 May 2009 15:22:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jalantelawi.com/?p=617#comment-56</guid>
		<description>Tari -- Pergantungan terhadap pemerintah (baca: politik kekuasaan) justeru memang berpenghujung dengan kekecewaan. Lebih baik, pada hemat saya, rakyat punyai kekuatan mandiri dan berdikari. Rakyat sesungguhnya lemah dengan pemerintah karena diikat dan terus dipaksa bergantung kepada politik-kekuasaan sehingga lumpuh daya kreativiti dan upaya hidup. Politik baru bermakna politik yang membebaskan bukan sebaliknya.

Jim -- Sukar untuk menafikan soal pembangunan di zaman Mahathir. Saya coba berlaku waras dan adil terhadap bekas PM ke-4 itu, cuma menghakis dan mengorbankan kebebasan adalah harga yang terlalu mahal dikorbankan rakyat demi pembangunan ala Dr. Mahathir.

Biggie Demokrat -- Kau tertinggal RM10 masa minum dengan aku dulu! :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tari &#8212; Pergantungan terhadap pemerintah (baca: politik kekuasaan) justeru memang berpenghujung dengan kekecewaan. Lebih baik, pada hemat saya, rakyat punyai kekuatan mandiri dan berdikari. Rakyat sesungguhnya lemah dengan pemerintah karena diikat dan terus dipaksa bergantung kepada politik-kekuasaan sehingga lumpuh daya kreativiti dan upaya hidup. Politik baru bermakna politik yang membebaskan bukan sebaliknya.</p>
<p>Jim &#8212; Sukar untuk menafikan soal pembangunan di zaman Mahathir. Saya coba berlaku waras dan adil terhadap bekas PM ke-4 itu, cuma menghakis dan mengorbankan kebebasan adalah harga yang terlalu mahal dikorbankan rakyat demi pembangunan ala Dr. Mahathir.</p>
<p>Biggie Demokrat &#8212; Kau tertinggal RM10 masa minum dengan aku dulu! <img src='http://jalantelawi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: jim</title>
		<link>http://jalantelawi.com/2009/04/tularan-mahathirisme/comment-page-1/#comment-55</link>
		<dc:creator>jim</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Apr 2009 22:43:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jalantelawi.com/?p=617#comment-55</guid>
		<description>Seingat aku, sewaktu berkempen di Bukit Gantang, Dr M pernah berkata: &quot;apa salahnya Mahathirisme? Negara ini 22 tahun membangun kerana Mahathirisme.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Seingat aku, sewaktu berkempen di Bukit Gantang, Dr M pernah berkata: &#8220;apa salahnya Mahathirisme? Negara ini 22 tahun membangun kerana Mahathirisme.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Tari</title>
		<link>http://jalantelawi.com/2009/04/tularan-mahathirisme/comment-page-1/#comment-54</link>
		<dc:creator>Tari</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Apr 2009 09:20:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jalantelawi.com/?p=617#comment-54</guid>
		<description>Umum lebih terjurus untuk memilih kestabilan yang nampak secara terang terangan tanpa mengambil endah kejadian belakang yang tidak pernah disuluh. 

Letak sahaja sebarang label ... &quot;Mahathirism&quot;, &quot;MahaZalim&quot;, Diktator atau sebagainya umum enggan ambil peduli kerana bagi mereka selagi negara ini nampak stabil, kukuh mengapa wajar bagi mereka menolak kepimpinan sedia ada. 

Kejayaan pembangkang menguasai beberapa negeri mungkin bermakna bahawa usaha untuk menyuluh &quot;belakang gelap&quot; itu sedang memberi kesan tetapi perlu diingatkan juga tempat cahaya itu kini semakin malap. Jangan biarkan ia padam. Suluh dengan lebih terang biar nampak semua. Mungkin kerana kebangkitan apa yang disebut &quot;Mahathirism&quot; itu atau mungkin juga sukar untuk menerima hakikat pahit yang perlu dilalui bagi mencapai sesuatu pencerahan mereka lebih rela menerima cara sedia ada tanpa mempedulikan minoriti yang dizalimi. 

Umum di negara ini masih belum berani menerima perubahan mendadak. Ditambah dengan kontroversi dalaman pihak yang berjuang untuk pembaharuan atau reformasi, umum terus menjadi keliru. Bila timbul kekeliruan akan mudah bagi pemerintah menggunakan medium yang dikuasai mereka untuk menghancurkan sebarang usaha yang dilakukan.

Seperti yang saudara maklumkan &quot;apabila penentang Mahathirisme telah dalam sedar tak sedar juga berwajah Mahathirisme&quot; ... bagi saya akan menhancurkan terus harapan. Umum tidak rela kecewa lagi dan terus dikecewakan sampai mati.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Umum lebih terjurus untuk memilih kestabilan yang nampak secara terang terangan tanpa mengambil endah kejadian belakang yang tidak pernah disuluh. </p>
<p>Letak sahaja sebarang label &#8230; &#8220;Mahathirism&#8221;, &#8220;MahaZalim&#8221;, Diktator atau sebagainya umum enggan ambil peduli kerana bagi mereka selagi negara ini nampak stabil, kukuh mengapa wajar bagi mereka menolak kepimpinan sedia ada. </p>
<p>Kejayaan pembangkang menguasai beberapa negeri mungkin bermakna bahawa usaha untuk menyuluh &#8220;belakang gelap&#8221; itu sedang memberi kesan tetapi perlu diingatkan juga tempat cahaya itu kini semakin malap. Jangan biarkan ia padam. Suluh dengan lebih terang biar nampak semua. Mungkin kerana kebangkitan apa yang disebut &#8220;Mahathirism&#8221; itu atau mungkin juga sukar untuk menerima hakikat pahit yang perlu dilalui bagi mencapai sesuatu pencerahan mereka lebih rela menerima cara sedia ada tanpa mempedulikan minoriti yang dizalimi. </p>
<p>Umum di negara ini masih belum berani menerima perubahan mendadak. Ditambah dengan kontroversi dalaman pihak yang berjuang untuk pembaharuan atau reformasi, umum terus menjadi keliru. Bila timbul kekeliruan akan mudah bagi pemerintah menggunakan medium yang dikuasai mereka untuk menghancurkan sebarang usaha yang dilakukan.</p>
<p>Seperti yang saudara maklumkan &#8220;apabila penentang Mahathirisme telah dalam sedar tak sedar juga berwajah Mahathirisme&#8221; &#8230; bagi saya akan menhancurkan terus harapan. Umum tidak rela kecewa lagi dan terus dikecewakan sampai mati.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Biggie Demokrat</title>
		<link>http://jalantelawi.com/2009/04/tularan-mahathirisme/comment-page-1/#comment-52</link>
		<dc:creator>Biggie Demokrat</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Apr 2009 15:46:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jalantelawi.com/?p=617#comment-52</guid>
		<description>Big boss of malay fascisme! 
He will stop at nuthing to prop up his son..

Hey, u still &#039;safe&#039; to us.. however, we understand ur mainstream proposition  so u can leave the &#039;dirtier&#039; job to us hahaahaa, The AFRA of young generation..

Note: I knuw whats in ur mind, lets check some new term from anarchist cookbook, AFRA (anti-fascisst, rascist &amp; authority)
Keep on wundering why we&#039;re the first to comment so dun make us bored!
U need us for style &amp; swag!

For more recipe, dig Noam Chomsky or *click me
Cheerz!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Big boss of malay fascisme!<br />
He will stop at nuthing to prop up his son..</p>
<p>Hey, u still &#8216;safe&#8217; to us.. however, we understand ur mainstream proposition  so u can leave the &#8216;dirtier&#8217; job to us hahaahaa, The AFRA of young generation..</p>
<p>Note: I knuw whats in ur mind, lets check some new term from anarchist cookbook, AFRA (anti-fascisst, rascist &amp; authority)<br />
Keep on wundering why we&#8217;re the first to comment so dun make us bored!<br />
U need us for style &amp; swag!</p>
<p>For more recipe, dig Noam Chomsky or *click me<br />
Cheerz!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

