Jadilah Orang Moderat yang Anda Cari
oleh admin
14 Disember, 2007 | kategori Esei | komen [0] | CetakOleh: Kareem Elbayar
“Hai orang-orang yang beriman! Hendaklah kamu menegakkan keadilan dengan sungguh-sungguh. Menjadi saksi (untuk menegakkan keadilan) karena Allah.(Tegakkanlah keadilan) walaupun akan membebani dirimu sendiri, ibu-bapamu dan kaum kerabatmu. Jika yang tertuduh kaya atau miskin, maka Allah lebih tahu bagaimana keadaan keduanya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena hendak menyimpang dari jalan yang benar. Dan jika kamu menipu (kesaksian) atau enggan (menjadi saksi), maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Qur’an 4:135)
Dalam op-ed The New York Times edisi 7 Disember, Ayaan Hirsi Ali bertanyakan di mana Muslim moderat, dan menyimpulkan bahawa majoriti Muslim moderat hanyalah impian belaka. Pernyataan Ali tersebut diikuti banyak komentator terkemuka tentang hak rakyat Amerika, yang menilai berdasarkan komentar-komentar di laman web The New York Times, yang diberikan oleh orang-orang awam Amerika Tetapi idea popular itu, bahawa Muslim aliran utama tidak melakukan apa-apa untuk mengutuk (atau lebih buruk lagi, diam-diam menyorak) kebiadaban yang dilakukan atas nama Islam, tidak saja reduktif dan salah maklumat – tapi juga amat berbahaya.
Majoriti besar Muslim dunia yang berjumlah 1.5 juta sebenarnya adalah orang-orang moderat yang cinta damai, yang menolak ekstremisme sadis dan keganasan. Muslim moderat ada di sekeliling kita, dari peguam bela dan suami korban rogol dari Arab Saudi, yang merasa terkejut dan malu atas keputusan yang dibuat oleh mahkamah Arab Saudi; hingga delegasi Muslim Inggeris yang pergi ke Sudan dan bekerja dengan anggota parlemen Sudan, Ghazi Suleiman, menjamin pembebasan guru “teddy bear” (dan membuktikan bahawa seluruh kontroversi itu lebih merupakan pengalihan perhatian dunia antarabangsa dari Darfur berbanding tentang Islam sendiri); hingga ke ratusan ribu umat Muslim dan organisasi-organisasi di AS, serta seluruh dunia yang merasa terhenyak dan muak dengan peristiwa-peristiwa yang dikutip Ali.
Ali dengan sesuka hati menghilangkan fakta-fakta ini dari ceritanya – seperti saat dia memetik satu ayat dari Qur’an, tanpa menghiraukan konteksnya – demi menciptakan fantasi hitam-putih dunia Muslim radikal versus Barat yang beradab.
Wahai, Encik Ali, Al Qur’an surah 24:2 memang tentang hukuman berat bagi pelaku perzinaan – tapi ayat berikutnya, 24:4 mensyaratkan adanya empat orang saksi (piawai yang hampir mustahil dipenuhi), dan yang lebih penting, surah 24:5 menyatakan bahawa hukuman itu tidak perlu dilaksanakan pada mereka yang telah bertaubat dengan tulus. (Sementara anda berhujah bahawa Al Qur’an memerintahkan para penganutnya untuk tidak menunjukkan rasa kasihan).
Ali mungkin jadi berita utama dengan menuliskan polemik yang mengutuk Islam sebagai “agama terbelakang” dan “fasisme baru”, Tapi sementara itu organisasi-organisasi keIslaman seperti Muslims for Progressive Values tempat saya menjadi anggota, akan terus secara diam-diam tapi efektif melakukan apa yang mampu kami lakukan untuk menangkis omong-kosong penuh kebencian, yang sayangnya diajarkan di berbagai tempat sebagai Islam. Organisasi keIslaman moderat, bahkan yang progresif, bisa ditemukan di seluruh dunia, tapi kami terlalu sibuk bekerja dalam komunitas kami untuk mempromosikan pesan reformasi dan toleransi untuk melakukan permintaan Ali dan “bangkit ketakutan” setiap kali ada orang gila yang melakukan kejahatan atas nama agama kami. Kami juga tidak seharusnya diharapkan untuk melakukannya. Sepertinya Ali ingin saya dan rakan-rakan seagama untuk menghabiskan hidup kami dengan berbaris di jalanan meminta maaf untuk aksi-aksi yang dilakukan para penganut fanatik – tapi saya tidak akan melakukannya, karena saya tidak lebih bertanggung jawab atas aksi-aksi tersebut dibandingkan Ali.
Muslim moderat dan progresif ada di mana-mana, tapi kami diabaikan dan disisihkan oleh media dan komentator seperti Ali. Tampaknya dalam era soundbite dan oneliner moden, kami harus menjerit melihat kritikan yang kurang maklumat mengalahkan perdebatan yang tenang dan beralasan. Jika Ali serius mendukung toleransi di antara umat Muslim, mungkin dia harus mengurangi waktunya untuk menuliskan wacana yang mengalihkan perhatian dan menyesatkan tentang Islam dan lebih meluangkan waktu untuk menggapai kelompok-kelompok seperti Council on American-Islamic Relations, Muslims for Progressive Values, Al-Fatiha, dan Sisters in Islam. Satu-satunya cara untuk mencegah “benturan peradaban” untuk menjadi ramalan yang nyata adalah dengan membangun jambatan di antara komunitas kita. Mempromosikan karikatur realiti hitam-putih tidak memberikan apa-apa bagi siapa saja – terlebih lagi bagi seluruh umat Muslim toleran yang tampaknya tidak mampu ditemukan Ali, kemanapun dia memandang.
###
* Kareem Elbayar adalah wakil-ketua Muslims for Progressive Values
Kiriman Berkaitan
- Cinta Corrie Amin Ahmad
- Allah S.W.T, Tuhan Sekelian Alam Amin Ahmad
- Catatan dari Mumbai: Anwar Jadi Tetamu Cucu Gandhi Ammar Gazali
- Kekuatan Idea Buruk admin
- Perjalanan Seorang Amerika ke Dunia Islam admin
- Islam dan Kerajaan Terhad Amin Ahmad